3. Rangkaian Simulasi [Kembali]
4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]
Kemudian untuk switch 1 terhubung ke kaki input A (aktif low), switch 2 ke kaki input B dan switch 3 ke kaki input MR (master reset). pada rangkaian ini SW2 dan SW3 akan diberikan logika 1, dan nanti SW 1 atau kaki input A akan digunakan sebagai trigger bagi rangkaian ini. Dimana saat SW1 diberikan logika 1 maka LED green tadi secara otomatis akan mati dan LED biru menyala/hidup untuk beberapa saat. Untuk durasi LED biru menyala ini tergantung pada besaran kapasitor, dimana semakin besar nilai kapasitor maka akan semakin lama LED biru menyala, maupun sebaliknya. Nilai tegangan pada kapasitor sama dengan nilai tegangan pada resistor karena rangkaian ini bersifat paralel.
Dan lama pada saat kondisi tertrigger, tergantung pada nilai RC, dimana semakin besar nilainya maka akan semakin lama
5. Video Rangkaian [Kembali]
6. Analisa [Kembali]
Pada rumus diatas dapat dilihat bahwasannya nilai kapasitor dan nilai resistor
berbanding lurus dengan nilai t yang dimana t tersebut adalah waktu lamanya
perpindahan dari kondisi ter trigger ke kondisi stabil (kuasi stabil). sehingga
dengan kata lain semakin besar nilai kapasitor dan nilai resistor maka nilai t
akan juga semakin besar yang artinya waktu lama perpindahan akan semakin lama
begitu juga sebaliknya jika nilai kapasitor dan resistor mengecil
2. Analisa dan bandingkan hasil jurnal yang didapatkan di praktikum dengan hasil jurnal perhitungan. Carilah Persentase errornya!
Dapat dilihat dari nilai perhitungan di atas dan setelah dibandingkan dengan hasil pengambilan data dari percobaan praktikum, bahwa pada beberapa data memiliki nilai perbedaan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan dikarenakan kesalahan dalam pengambilan data waktu yang kurang akurat (Human Error) sehingga menyebabkan nilai persentase error yang sangat tinggi














Tidak ada komentar:
Posting Komentar