Senin, 29 Mei 2023

Modul 1, Percobaan 3 Kondisi 2




1. Kondisi
[Kembali]

Buatlah rangkaian multivibrator monostabil sesuai dengan gambar pada percobaan dengan kapasitor sebesar 28,2 uF dan resistor sebesar 6 kΩ

2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]

a. Rangkaian Sederhana Multivibrator Monostabil



b. Rangkaian Multivibrator Monostabil untuk percobaan 3 kondisi 2



3. Video Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja [Kembali]

Pada kali ini, terdapat rangkaian multivibrator monostabil yang sudah saya rangkai. Disini terdapat 3 switch, 2 LED, sebuah resistor dengan nilai 6k, kapasitor dengan nilai 28.2uF, sebuah dioda dan sebuah potensiometer serta sebuah multivibrator IC-74HC123. Dikatakan monostabil karena pada rangkaian multivibrator ini hanya terdapat 1 keadaan stabil. 

Pada masing- masing switch terhubung dengan Vcc dan ground, untuk yang terhubung dengan vcc akan berlogika 1 dan 0 untuk yang terhubung  dengan ground. Pada IC-74HC123 memiliki beberapa pin, pada pin input terdapat A, B dan MR (Master Reset), pada kaki input A dan MR merupakan pin aktif-low yang dimana artinya akan aktif pada saat kondisi input yang masuk ke pin adalah yang berlogika 0, dan untuk kaki pin B adalah pin aktif-high artinya akan aktif saat input yang masuk berlogika 1. CX yaitu eksternal kapasitor dan RX/CX yaitu eksternal resistor atau eksternal kapasitor. Serta kaki output Q dan Q'.

Ketika di simulasi, saat switch 1 berlogika 0, switch 2 berlogika 1, dan switch 3 berlogika 0, maka akan masuk kedalam ke keadaan stabil dimana LED kuning akan terus menyala. dan pada saat switch 3 diganti ke logika 1, maka multivibrator akan tertrigger, dimana LED hijau akan menyala untuk beberapa saat dan lalu akan berpindah dan kembali LED kuning akan menyala stabil, keadaan inilah yang disebut monostabil dan lama perpindahan disebut kuasi stabil.

Dan lama pada saat kondisi tertrigger atau LED hijau menyala, tergantung pada nilai RC, dimana semakin besar nilainya maka akan semakin lama


5. Link Download [Kembali]

Download Rangkaian simulasi Klik disini

Download Video simulasi Klik disini

Download HTML Klik disini

Download datasheet Switch Klik disini

Download datasheet IC-74HC123 Klik disini

Download datasheet LED Klik disini

Download datasheet Resistor Klik disini

Download datasheet Kapasitor Klik disini

Download datasheet Potensiometer Klik disini

Download datasheet Dioda Klik disini


Minggu, 28 Mei 2023

Modul 1, Percobaan 1 Kondisi 11




1. Kondisi
[Kembali]

Buatlah sebuah rangkaian lengkap yang memuat 3 gerbang NAND dengan 2, input dan 4 input, kemudian gerbang NOR dengan 2 dan 4 input,kemudian 2 gerbang XOR dan 2 gerbang XNOR. Dan output akhir rangkaian keseluruhannya ditunjukkan dengan LED MERAH atau LOGIC PROBE. Dimana input awal berupa 3 saklar SPDT.


2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]





3. Video Simulasi [Kembali]




4. Prinsip Kerja [Kembali]

Pada percobaan kali ini, di rangkaian terdapat 3 buah Switch, 3 buah gerbang NAND yang berbeda, dimana ada yang memiliki 2, 3 dan 4 input , 2 Buah Gerbang NOR dengan 2 dan 4 input, 2 buah gerbang XOR dan 2 buah Gerbang XNOR, serta 1 buah Logic Probe. Switch yang terhubung dengan vcc dihitung berlogika 1 dan kalau switch terhubung dengan ground maka akan berlogika 0 karena tidak memiliki arus.

Arus dari vcc mengalir menuju Switch pertama lalu diteruskan ke gerbang NAND, dimana prinsip kerja Gerbang NAND ini menggunakan metode perkalian yang di inverter dari gerbang AND. ketika input bernilai 1 maka output yang dihasilkan akan bernilai 0 begitu sebaliknya.

Berikutnya pada Switch kedua terhubung ke ground dan ke gerbang NOR. Dimana prinsip kerja Gerbang NOR ini adalah Gerbang OR yang di Inverterkan maksudnya adalah kebalikan dari OR, yang mana menggunakan metode Penjumlahan, ketika Penjumlahan Input dari kaki Gerbang NOR ini adalah 1 maka output yang dihasilkan adalah 0 dan begitu sebaliknya.

Lalu pada Switch ketiga arus dari vcc mengalir ke gerbang NAND dengan 4 input. Selanjutnya ouput dari ketiga gerbang diteruskan ke gerbang NOR dan XNOR. Dimana prinsip kerjanya adalah penjumlahan yang di inverterkan, Dimana jumlah input berjumlah genap maka hasil outputnya 1 dan jika jumlah input berjumlah ganjil maka hasil outputnya yaitu 0.

Selanjutnya ouput logika diteruskan ke gerbang XNOR dan XOR, XOR  Prinsip kerjanya adalah ketika penjumlahan kaki Inputnya bernilai genap maka hasil output nya yaitu 0 sedangkan ketika jumlah inputnya berjumlah ganjil maka hasil outputnya bernilai 1

Dan terakhir diteruskan ke gerbang NAND yang memiliki 3 input dan lalu output logika menuju Logic Probe dan bernilai 1.

5. Link Download [Kembali]

Download Rangkaian Simulasi Klik Disini

Download Video Simulasi Klik Disini

Download HTML Klik Disini

Download Datasheet Switch Klik Disini

Download Datasheet NAND 2 Input Klik Disini

Download Datasheet NAND 3 Input Klik Disini

Download Datasheet NAND 4 Input Klik Disini

Download Datasheet XOR Klik Disini

Download Datasheet XNOR Klik Disini

Download Datasheet NOR 2 Input Klik Disini

Download Datasheet NOR 4 Input Klik Disini

Modul 1, Praktikum Sistem Digital







1. Tujuan
[Kembali]
  • Merangkai dan menguji operasi dari gerbang logika dasar
  • Merangkai dan menguji gerbang logika dasar, Aljabar Boelean, dan PetaKarnaugh
  • Merangkai dan menguji Multivibrator

2. Alat dan Bahan [Kembali]

  1.  Panel DL 2203C 
  2.  Panel DL 2203D 
  3.  Panel DL 2203S 
 4. Jumper


3. Dasar Teori [Kembali]



Gerbang Logika Dasar 
1. Gerbang AND


Gambar 1.1 (a) Rangkaian dasar gerbang AND (b) Simbol gerbang AND 

Tabel 1.1 Tabel Kebenaran Logika AND


Bisa dilihat diatas bahwa keluaran akan bernilai 1 jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai nol.


2. Gerbang OR




Gambar 1.2 (a) Rangkaian dasar gerbang OR (b) Simbol gerbang OR 
Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika OR

Bila dilihat dari rangkaian dasarnya maka didapat tabel kebenaran seperti di atas. Pada gerbang logika OR ini bisa dikatakan bahwa jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai 1 . Nilai output bernilai 0 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0. 

3. Inverter ( Gerbang NOT )






Gambar 1.3 (a) Rangkaian dasar gerbang NOT (b) Simbol gerbang NOT Tabel 
1.3 Tabel Kebenaran Logika NOT


Gerbang NOT merupakan gerbang di mana keluarannya akan selalu berlawanan dengan masukannya. Bila pada masukan diberikan tegangan ,maka transistor akan jenuh dan keluaran akan bertegangan nol. Sedangkan bila pada masukannya diberi tegangan tertentu, maka transistor akan cut off, sehingga keluaran akan bertegangan tidak nol. 

 4. Gerbang NOR

(a)

(b)

Gambar 1.4 (a) Rangkaian dasar gerbang NOR (b) Simbol gerbang NOR 
Tabel 1.4 Tabel Kebenaran Logika NOR

Gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke inverter. Jadi nilai keluarannya merupakan kebalikan dari gerbang OR. 



5. Gerbang NAND





Gambar 1.5 (a) Rangkaian dasar gerbang NAND (b) Simbol gerbang NAND 
Tabel 1.5 Tabel Kebenaran Logika NAND


Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang AND. 

6. Gerbang Exlusive OR (X-OR)



Gambar 1.6 (a) Rangkaian dasar gerbang X-OR (b) Simbol gerbang X-OR
Tabel 1.6 Tabel Kebenaran Logika X-OR
X-OR merupakan gerbang OR yang bersifat exlusif, di mana keluarannya akan nol jika masukannya bernilai sama, dan jika salah satu masukannya berbeda maka keluarannya akan bernilai 1.

Multivibrator
Multivibrator termasuk kedalam rangkaian generatif, artinya suatu rangkaian yang satu atau lebih titik keluarannya dengan sengaja dihubungkan kembali kemasukan untuk memberikan umpan balik.

Multivibrator adalah rangkaian sekuensial atau rangkaian aktif. Rangkaian ini dirancang untuk mempunyai karakteristik jika salah satu rangkaian aktif bersifat menghantar, maka rangkaian aktif yang lain bersifat cut-off atau terpancung. Multivibrator berfungsi untuk menyimpan bilangan biner, mencacah pulsa, menahan atau mengingat pulsa trigger, menyerempakkan operasi aritmatika, dan fungsi lain yang ada dalam sistem digital. Keluarga multivibrator yang akan dibahas adalah rangkaian astabil, rangkaian bistabil dan rangkaian monostabil.

1. Multivibrator Astabil
Multivibrator astabil adalah multivibrator yang tidak mempunyai keadaan stabil. Multivibrator akan berada pada salah satu keadaan selama sesaat dan kemudian berpindah ke keadaan lain selama sesaat pula. Keluaran berosilasi di antara dua keadaan tinggi dan rendah ditentukan oleh parameter rangkaian dan tidak memerlukan pulsa masukan.Oleh karena itulah multivibrator astabil disebut juga multivibator bebas bergerak atau free running multivbrator.Multivibrator ini biasa digunakan sebagai pembangkit pula(clock). Multivibrator astabil juga dapat dibangun menggunakan transistor IC pewaktuan dan resistor.




2. Multivibrator Monostabil

Multivibrator ini hanya mempunyai satu keadaan stabil. Kuasi stabil terjadi bila keadaan stabil dipicu ke keadaan lain. Waktu perubahan dari keadaan stabil dipicu ke keadaan lain. Waktu perubahan dari keadaan tidak stabil ke keadaan stabil (kuasi stabil) ditentukan oleh rangkaian RC.Monostabil juga disebut  ultivibrator satu bidikan (one shot multivibrator).


3.Multivibrator Bistabil
Rangkaian mulvibrator bistabil adalah rangkaian multivibrator yang mempunyai dua keadaan stabil yaitu stabil tinggi atau keadaan logika tinggi dan stabil rendah atau stabil rendah atau keadaan logika rendah. Keluaran bistabil akan berubah dari keadaan tinggi ke keadaan rendah atau sebaliknya jika rangkaian tersebut diberi suatu masukan atau di-triger. Rangkaian bistabil disebut juga flipflop.Ada beberapa macam flip-flop yaitu  S, D, Togle, JK, dan JK master save flipflop.

Jawaban UTS No.3 Up

     [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan 5. File Download   Jawaban No.3 1. Tu...